Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat total aset bank only (diaudit) sebesar Rp 66,9 triliun pada tahun 2023, naik 9% secara tahunan (yoy).

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan pertumbuhan aset Bank Muamalat tersebut ditopang oleh peningkatan pembiayaan sebesar 19% yoy, menjadi Rp 22,5 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut diikuti dengan kualitas yang membaik. Rasio non-performing financing (NPF) net turun dari 0,86% menjadi 0,66% per 31 Desember 2023.

“Meskipun sepanjang 2023 terdapat potensi risiko perlambatan ekonomi dan ketidakpastian pasar keuangan global, alhamdulillah Bank Muamalat dapat mencatatkan kinerja yang positif. Hal tersebut ditandai dengan tetap tumbuhnya aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK),” katanya.

Adapun DPK meningkat sebesar 3% yoy menjadi Rp 47,6 triliun, di mana dana murah atau current account and savings account (CASA) meningkat sebesar 8,5% yoy menjadi Rp 23,7 triliun.

Per 31 Desember 2023, lanjut Indra, total modal Bank Muamalat tercatat sebesar Rp 7,0 triliun dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,42%, jauh di atas ambang batas ketentuan regulator. 

“Kami akan berupaya untuk meningkatkan profitabilitas pada tahun ini, salah satunya dengan mengurangi beban margin melalui penghimpunan dana murah. Kami terus memaksimalkan akuisisi dana murah melalui kanal-kanal digital yaitu aplikasi mobile banking Muamalat DIN dan layanan internet banking Madina,” ujarnya.

Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 14,1 miliar.

Pada 2024, Bank Muamalat akan melanjutkan strategi business refocusing dengan fokus pada segmen ritel konsumer. Segmen tersebut dinilai lebih sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh pionir bank syariah di Tanah Air ini.

Bank Muamalat akan fokus pada nasabah ritel di beberapa segmen utama yaitu segmen bisnis haji dan umrah, pensiunan, enterprise/korporasi, rumah sakit, pendidikan dan aparatur sipil negara (ASN).

Terkait segmen ASN, Bank Muamalat telah resmi ditunjuk sebagai Bank Penyalur Gaji (BPG) berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 50 tanggal 16 Juni 2023. Dengan penunjukan ini, Bank Muamalat dapat menjalin kerja sama serta memberikan layanan penyaluran gaji dan fasilitas perbankan bagi ASN di lingkup instansi milik negara.

Guna mendukung strategi bisnis di atas, Bank Muamalat meningkatkan semua aspek layanan, mulai dari proses pengajuan pembiayaan yang mudah, Service Level Agreement (SLA) yang cepat dan margin yang menarik. Menurut Indra, pengembangan produk dan perbaikan proses menjadi kunci terciptanya keunggulan kompetitif untuk menunjang pertumbuhan bisnis di Bank Muamalat.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bank Muamalat Cs Salurkan Rp 2,5 T ke INKA Buat Beli Kereta


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *