Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengalami penurunan laba bersih signifikan yang membuat posisinya menjadi rugi pada 2023.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru, rugi bersih emiten terafiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir ini per Desember 2023 tercatat sebesar US$20,65 juta atau setara dengan Rp 318,93 miliar. Padahal pada 2022, perseroan membukukan laba sebesar US$58,42 juta.

Padahal dari sisi top line, perseroan membukukan penjualan sebesar US$ 1,70 miliar atau setara dengan Rp 26,35 triliun atau terkerek 96,20% dari tahun lalu sebesar US$869,88 juta. Pada periode yang sama beban pokok naik 121,36% menjadi US$1,57 miliar dari sebelumnya US$ 705,22 juta.

Alhasil laba kotor perusahaan turun 11,52% yoy menjadi US$ 145,68  juta atau setara Rp 2,3 triliun.

Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh penjualan ekspor pihak ketiga sebesar US$1,03 miliar, sementara untuk domestik tercatat sebesar US$673,62 juta.

Terkait beban, kontributor terbesar adalah biaya pengolahan yang naik lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 1,42 miliar. 

Melalui keterangan resmi sebelumnya, MDKA yang merupakan salah satu portofolio investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatat peningkatan produksi emas menjadi 138.666 ounce (oz), naik 11 persen secara tahunan. Sementara harga rata-rata penjualan emas juga meningkat 8 persen yoy di level USD 1,939/oz.

Sementara itu, Produksi tembaga turun 35 persen yoy menjadi 12.706 ton akibat adanya penundaan sementara dalam pengiriman bahan peledak. Produksi tembaga sudah menunjukkan pemulihan pada 4Q23.

Pada komoditas nikel, tahun 2023 produksi nikel matte MDKA mencapai 30.333 ton sementara produksi NPI meningkat 68 persen yoy menjadi 65.117 ton sebagai dampak dari mulai beroperasinya smelter PT Zhao Hui Nickel (ZHN). Lalu, Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) akan memasok sekitar setengah dari kebutuhan bijih nikel dari smelter yang dimiliki MBMA pada tahun 2024, sehingga mengurangi dampak dari fluktuasi harga nikel dunia.

Pengiriman bijih Tambang SCM melonjak dari 43.989 ton pada kuartal III 2023 menjadi 2,9 juta ton pada kuartal 4 2023. SCM menargetkan penjualan bijih nikel sebesar 15 juta ton pada tahun 2024 (4 juta ton safrolit dan 11 juta ton limonit).

Sementara itu, Posisi nilai aset perseroan pada akhir tahun ini tercatat sebesar US$4,97 miliar. Sementara posisi liabilitas MDKA sebesar US$2,20 miliar. Adapun ekuitasnya tercatat sebesar US$2,77 miliar di tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Agresif Ekspansi, MDKA Genjot Produksi Emas Hingga Nikel 2024


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *