Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemah nilai tukar Rupiah berlanjut pada perdagangan (27/03). Mata Uang Garuda pada pukul 15:43 WIB melemah 0,41% di level Rp 15.850 per Dolar AS.

Head of Macroeconomics & Financial Market Research BSI, Kahfi Riza memperkirakan tren pelemahan Rupiah masih berpeluang berlanjut dengan sentimen eksternal menjadi pendorong utamanya.

Dimana sentimen ini terkait arah kebijakan The Fed yang masih higher for longer dengan posisi Dolar Indeks masih tingggi di 104 serta masih lemahnya kinerja ekspor yang berpeluang memangkas surplus neraca dagang RI.

Senada dengan Kahfi Riza, Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menyebutkan sentimen susutnya neraca dagang dan meroketnya impor energi membuat permintaan demand valas sehingga menekan posisi Rupiah.

Seperti apa analisis pelemahan nilai Tukar Rupiah? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Head of Macroeconomics & Financial Market Research BSI, Kahfi Riza dan Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Rabu, 27/03/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *