Jakarta, CNBC Indonesia – Adira Finance membidik bisnis UMKM dan menggandeng platform aggregator perbankan Pinjambagus. Strategi ini diambil menyusul ceruk cuan di sektor UMKM yang dinilai besar dan makin potensial pasca Covid-19.

Pasca Covid tercatat lebih dari 50% UMKM di Indonesia memiliki keterbatasan sumber daya modal. Sehingga 2024 dikatakan menjadi momentum yang pas untuk mengembangkan bisnis di beberapa sektor bagi UMKM.

Lewat kerja sama keduanya, Adira Finance dan Pinjambagus mengaku telah menyalurkan kredit sebesar Rp 94 milliar dalam kurang 3 bulan di 2024 ini. Platform Aggregator perbankan ini menjadi salah satu Mitra Resmi Adira Finance dalam penyaluran kredit di beberapa wilayah antara lain Medan, Pekanbaru, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Pontianak, Palu, Makasar, sampai dengan Papua.

“Pinjambagus bisa menjadi kesempatan untuk para mitra untuk memberikan referral jika ada yang membutuhkan kredit modal kerja dengan mendapatkan komisi secara langsung dan mendapatkan penghasilan tambahan” Tambah Eldwen Hizkia, Chief Executive Officer, Pinjambagus, Rabu (27/3/2024).

Selain dengan Adira Finance, pihaknya juga merupakan mitra resmi dari berbagai perusahaan pembiayaan lain seperti Mandiri utama Finance, Mandiri Tunas Finance, BFI Finance, WOM Finance, SMS Finance, Smart Finance, dan salah satunya adalah Adira Finance.

Saat ini Pinjambagus memiliki lebih dari 1000 Karyawan yang tersebar dari Medan sampai Papua dengan memiliki lebih dari 5000 agen aktif.

Sementara Adira Finance sebelumnya juga baru saja menuntaskan proses akuisisi perusahaan multifinance PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) pada Rabu, (13/3/2024). Proses akuisisi ADMF ke MFIN bernilai Rp873,7 miliar.

Sekretaris Perusahaan ADMF, Andreas Kurniawan dalam keterangan resmi mengatakan, pihaknya mencaplok 10% saham MFIN dengan merogoh kocek Rp873,7 miliar dalam proses tersebut.

“Nilai Transaksi (yaitu, jual beli 10% dari seluruh saham yang dikeluarkan Mandala) adalah Rp873.700.000.000,” ujar Andreas dalam keterbukaan informasi, Rabu(13/3/2024).

Akuisisi ini dilakukan ADMF bersama induknya, bank Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). MUFG Bank berhasil membeli sebanyak 2.136.038.600 lembar saham MFIN, yang setara dengan 80,6% dari total saham yang dikeluarkan oleh perusahaan pembiayaan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Penyaluran Kredit BRI Naik 11,9% Jadi Rp 1.266 T, 84% Untuk UMKM


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *