Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten tambang yang afiliasi Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk. (PTRO) mencatat penurunan laba bersih yang cukup dalam hingga kuartal III-2023 sebesar 65,63% dari US$ 30,77 juta, menjadi US$ 10,5 juta.

Mengutip laporan keuangannya, padahal, pendapatan perseroan juga naik 27,04% pada periode yang sama menjadi sebesar US$ 418,78 juta dari tahun 2022 yang sebesar US$329,6 juta.

Rinciannya, pendapatan tersebut berasal dari penambangan sebesar US$268,8 juta, sektor konstruksi dan rekayasa sebesar US$115,4 juta, dan sektor jasa sebesar US$30,9 juta. Selain itu ada pendapatan lain-lain US$1,89 juta.

Berdasarkan konsumen, pendapatan dari pihak ketiga yakni dari PT Kideco Jaya Agung US$121,27 juta, PT Hardaya Mining Energy US$74,97 juta, PT Freeport Indonesia sebesar US$57,81 juta, dan PT Kartika Selabumi Mining sebesar US$42,58 juta.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban perseroan juga naik 38,40% menjadi US$363,6 juta dari tahun 2022 yang sebesar US$262,7 juta.

Sehingga laba kotor PTRO menyusut 17,61% menjadi US$55,09 juta di 2023, dari US$66,87 juta di 2022.

Adapun total aset PTRO naik menjadi US$716,29 juta di 2023 dari US$596,4 juta di tahun 2022. Sedangkan liabilitas PTRO naik menjadi US$482,6 juta di akhir 2023, dari US$298,4 juta dari akhir 2022. jumlah ekuitas perseroan turun menjadi US$233,6 juta di akhir 2023 dari US$297,9 juta di 2022.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Emiten Prajogo CUAN Buka Suara Soal Akuisisi PTRO


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *