Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pengembang kota mandiri, Kawasan Industri Jababeka (KIJA), mencatatkan lonjakan laba bersih nyaris 12 kali lipat sepanjang tahun 2023 menjadi Rp 528,6 miliar dari semula hanya Rp 41 miliar setahun sebelumnya.

Faktor utama dari peningkatan ini adalah kinerja keseluruhan Perusahaan yang lebih baik, dan dampak pergerakan kurs valuta asing (forex) karena Perusahaan mencatatkan kerugian bersih atas forex, reklasifikasi cadangan translasi mata uang asing, dan derivatif (call spread) secara keseluruhan sebesar Rp2,2 miliar pada tahun 2023, dibandingkan dengan kerugian valuta asing sebesar Rp404,0 miliar pada tahun 2022.

Total pendapatan KIJA tercatat mencapai Rp3,29 triliun pada tahun 2023 atau meningkat 20% dibandingkan dengan tahun 2022.

Dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda mengungkapkan sejumlah segmen menjadi penopang utama bisnis perusahan. Pilar Land Development & Property Perseroan mengalami peningkatan pendapatan sebesar 24% dari Rp1,38 triliun pada 2022 menjadi Rp1,71 triliun pada 2023.

Pendapatan dari Pilar Infrastruktur Perseroan (utamanya listrik, air, pengelolaan limbah, pengelolaan estate, dan pelabuhan) meningkat sebesar 17%, dari Rp1,25 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp1,45 triliun pada tahun 2023.

Pilar Leisure & Hospitality KIJA mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 6% menjadi Rp129,4 miliar pada tahun 2023. 

Per 31 Desember 2023, total kas secara konsolidasi Perseroan tercatat sebesar Rp1,1 triliun, dan kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya pada akhir tahun 2023 tercatat sebesar Rp 261,9 miliar, termasuk dana cadangan bunga dan pokok sebesar Rp 115,1 miliar yang disyaratkan dalam persyaratan pinjaman Mandiri.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Laba Bank BNI (BBNI) Kuartal III-2023 Rp 15,75 T, Naik 15%


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *