Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) resmi mengakuisisi dua perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) dengan nilai Rp 6,55 triliun.

Presiden Direktur Bank BTPN Henoch Munandar mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan rights issue untuk melancarkan aksi ini Rp 6,73 triliun. Sementara untuk total untuk akuisisi Oto Group yang dilakukan oleh bank BTPN adalah Rp 6,5 triliun.

“Bersama dengan Oto Group akan menciptakan sinergi ke depan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan Dan juga menjadi tonggak penting bagi Bank BTPN dalam rangka memperluas segmen pembiayaan bersama atau join Finance,” ujar Henoch dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, (27/3/2024).

Di sisi lain, President Director of PT Summit Oto Finance, and CEO of OTO Group Victoria Rusna menargetkan pertumbuhan lebih besar setelah adanya aksi ini. Selama ini, ia mengatakan, penyaluran pembiayaannya mencapai Rp15 triliun—Rp 16 triliun pada 2023.

“Nah tahun ini kami tentunya merencanakan atau mentargetkan ada pertumbuhan Nah dengan bergabung yang kami dibawa naungan Bank BTPN Kami harapkan memang pertumbuhan akan lebih besar dibanding dengan kalau normal ya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bank milik grup Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) telah mengantongi restu untuk melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue. BTPN kan menerbitkan saham sebanyak 3.095.000.000 dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Mengutip prospektus bank, BTPN ternyata berniat untuk mengakusisi dua perusahaan pembiayaan. Sebanyak 62,4% dari dana pelaksanaan rights issue tersebut, usai dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk mengakuisisi PT Oto Multiartha (OTO). Kemudian sebanyak 37,2% akan dipakai untuk mengakusisi PT Summit Oto Finance (SOF). Keduanya perusahaan tersebut sama-sama merupakan anak perusahaan Grup Sumitomo Corporation (SC) dan SMBC.

“Harga pengambilalihan saham OTO dan SOF merupakan total valuasi berdasarkan berdasarkan laporan keuangan yang diaudit per 31 Desember 2023,” ujar Bank BTPN dalam prospektus, dikutip Jumat (15/12/2023).

Harga pengambilalihan saham OTO dan SOF juga tunduk pada mekanisme penyesuaian harga yang akan diperhitungkan berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada pada tanggal di akhir bulan yang jatuh 1 bulan sebelum tanggal penandatanganan akta pengambilalihan atau tanggal lain yang disepakati bersama oleh para pihak secara tertulis.

Kemudian, sebesar 0,4% dari dana hasil pelaksanaan rights issue, akan digunakan untuk modal kerja BTPN. Apabila dana hasil PMHMETD II ini melebihi nilai pengambilalihan perusahaan, maka Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Penyaluran Kredit Turun, Laba BTPN Anjlok 14,94% pada Q3


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *