Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten karya milik BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatat kinerja yang kurang menggembirakan sepanjang tahun 2023. Kerugian perusahaan konstruksi tersebut bengkak hingga 98,4% menjadi sebesar Rp3,77 triliun pada 2023 dibandingkan rugi tahun 2022 lalu yang sebesar Rp1,89 triliun.
Mengutip laporan keuangannya, peningkatan kerugian tersebut karena pendapatan bersih perseroan yang anjlok 28,41% jadi Rp10,95 triliun pada 2023, dari Rp15,30 triliun pada 2022.
Selain itu pendapatan lain-lain juga anjlok 26,04% menjadi jadi Rp1,49 triliun dari Rp2,02 triliun pada 2022. Kemudian pendapatan bunga Perseroan turun 16,57% menjadi Rp963,45 miliar pada tahun 2023 dari Rp1,15 triliun pada 2022.
Kerugian Waskita juga ditambah dengan beban keuangan yang meningkat 3,1% jadi Rp4,41 triliun dari Rp4,28 triliun tahun 2022.
Sehingga, rugi sebelum pajak WSKT melambung 204,29% menjadi Rp3,77 triliun pada 2023 dibandingkan Rp1,24 triliun pada tahun 2022.
Adapun total aset WSKT per Desember 2023 sebesar Rp95,59 triliun, turun 2,68% dari Rp98,23 triliun per Desember 2022. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas WSKT per Desember 2023, masing-masing Rp83,99 triliun dan Rp11,6 triliun.
Artikel Selanjutnya
Terancam Didepak Bursa, Waskita Karya (WSKT) Buka Suara
(fsd/fsd)