Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami penurunan laba bersih sebanyak 70%, padahal pendapatannya naik sebesar 21,2% selama 2023.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru, laba yang dapat diatribusikan ke perusahaan terafiliasi Prajogo Pangestu ini per Desember 2023 tercatat sebesar USD12,2 juta atau Rp193,6 miliar. Sementara di tahun 2022, perseroan membukukan laba sebesar USD40,92 juta.

Dari sisi top line, Perseroan membukukan penjualan sebesar USD577,62 juta atau Rp9,17 triliun atau naik 21,2% dari tahun lalu sebesar USD476,32 juta. Sedangkan beban operasi ikut terkerek menjadi USD495,51 juta atau naik 30,2%.

Pendapatan ini ditopang oleh jasa penambangan meningkat 7,05% secara tahunan menjadi USD364,14 juta pada tahun 2023. Bahkan pendapatan jasa konstruksi dan rekayasa melonjak 88,3% secara tahunan menjadi USD162,86 juta. Tapi pendapatan jasa menyusut 13,04% secara tahunan menjadi USD40,357 juta.

Per Desember 2023, perusahaan mencatatkan aset sebesar USD727,94 juta. Aset ini terdiri dari aset lancar USD315,72 juta dan tidak lancar USD412,23 juta.

Sementara posisi liabilitas PTRO sebesar USD492,31 juta. Adapun ekuitasnya tercatat sebesar USD235,63 juta di tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Prajogo Akuisisi Petrosea, Saham CUAN Naik PTRO Turun


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *