Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan penyedia layanan datacenter dan teleport facility di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama AREA31, PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) resmi mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini menjadi emiten ke-20 yang listing sepanjang 2024.

Dalam IPO ini, Perseroan melepas maksimal 20,08% sahamnya ke publik atau sebanyak 510.000.000 saham baru dengan harga Rp 131 per lembar saham. Pada aksi korporasi ini Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dalam debut perdananya, saham AREA sudah terbang 25,95% 16% ke level Rp 165 per saham pada 30 menit awal perdagangan. 

Direktur Utama PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) Michael Alifen mengatakan, terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 17,5 kali dari total saham IPO AREA.

AREA mencatat nilai pesanan yang masuk selama masa penawaran mencapai Rp1,1 triliun, Sedangkan target dana IPO AREA sebesar Rp66,81 miliar.

“Melalui IPO ini, kami ingin selalu memberi dampak positif, kami ingin secara konsisten memaksimalkan layanan dalam bidang datacenter di Indonesia yang berkembang semakin agresif. Seiring dengan hal itu, kami berharap ke depan dapat menjadi salah satu Leading Company industri ini di dalam negeri,” kata dalam seremoni listing AREA di Jakarta, Senin (1/4).

Michael menyebut, IPO ini menjadi momen penting bagi Perseroan pasalnya saat ini internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern, peningkatan penetrasi internet berdampak pada pertumbuhan inovasi masyarakat dengan munculnya barang dan jasa baru yang meningkatkan daya saing ekonomi.

Salah satu tren yakni meningkatnya jumlah start up company, menurut data Start Up Ranking, jumlah start up di Indonesia per 14 Juni 2023 mencapai 2.482 perusahaan dan menempatkan Indonesia berada di peringkat ke enam dunia.

“Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023 atau menyentuh angka 79,5%, kami perkirakan tingkat penetrasi internet di Indonesia akan terus bertumbuh searah dengan kebijakan Pemerintah untuk melakukan transformasi ekonomi digital. Seiring dengan peningkatan tren pengguna TIK tersebut maka dibutuhkan peran infrastruktur penunjang seperti datacenter, hal ini menjadi peluang bagi Perseroan untuk bertumbuh,” katanya.

Datacenter sendiri, kata Michael, merupakan ruangan yang dirancang khusus untuk tempat penyimpanan server komputer, informasi dan data bisnis dari perusahaan yang terhubung dengan jaringan internet.

Michael menyebut dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sekitar 64,17% untuk belanja modal dan sekitar 35,83% untuk modal kerja.

Adapun sejumlah kegiatan usaha yang dijalankan perseroan saat ini adalah jasa penyewaan Rack Colocation, Secured Cage, Data Hall, Teleport Facility dan Office Space.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Mau IPO, Multikatya Asia Pasifik Raya Tawarkan Harga Rp 105-120/Saham


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *