Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (25/3/2024), setelah beberapa hari terkoreksi hingga sesi I hari ini.

IHSG ditutup menguat 0,44% ke posisi 7.236,98. IHSG berbalik arah ke zona psikologis 7.200, setelah sempat terkoreksi ke level psikologis 7.100 pada sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 12 triliun dengan melibatkan 16 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1 juta kali. Sebanyak 284 saham menguat, 300 saham melemah, dan 201 saham cenderung stagnan.

Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi penopang terbesar IHSG pada akhir perdagangan hari ini, yakni mencapai 1,6%.

Di saat IHSG berhasil menguat, beberapa saham bank raksasa terpantau berhasil melesat dan membantu penguatan IHSG. Adapun saham perbankan raksasa tersebut yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang melonjak 5,49% ke posisi Rp 2.690/unit dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 0,51% menjadi Rp 9.900/unit.

Tak hanya saham perbankan, beberapa saham yang biasanya menjadi penopang IHSG juga terpantau melesat, seperti dua saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang masing-masing melesat 6,15% dan 6,02%.

IHSG berhasil ditutup menguat, setelah sempat bergerak di zona merah pada sesi I hingga awal sesi II hari ini. Penguatan IHSG mengindikasikan bahwa investor mulai tertarik kembali memburu saham-saham di Indonesia.

IHSG yang berhasil menguat di akhir perdagangan terjadi meski pergerakan rupiah masih terkoreksi melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Depresiasi rupiah yang masih terjadi hingga hari ini sempat menjadi pemberat IHSG. Pelemahan rupiah dipengaruhi tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) karena masa repatriasi dividen dari dalam negeri. Lalu, derasnya arus keluar modal asing dari pasar keuangan dalam negeri.

Di lain sisi, IHSG menguat di tengah masih berlangsungnya sidang sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Agenda sidang kali ini adalah pembuktian pemohon dengan mendengarkan keterangan ahli dan saksi pemohon dan pengesahan alat bukti tambahan pemohon.

Ganjar-Mahfud telah menyampaikan pokok permohonan dalam sidang perdana pekan lalu. Deputi Tim Hukum Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud yang diwakili oleh Todung M. Lubis dan Annisa Ismail menyampaikan dalil-dalil pokok permohonan dari perkara itu secara bergantian.

Menurut Pemohon telah terjadi kekosongan hukum dalam UU Pemilu untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan akibat dari nepotisme yang melahirkan abuse of power yang terkoordinasi. Pelanggaran ini menjadi pelanggaran utama yang terjadi dalam Pilpres 2024.

Berikutnya, Pemohon juga menilai instrumen penegak hukum pemilu yang saat ini tidak efektif yang tampak pada tidak adanya independensi dari Termohon dalam melakukan Pilpres 2024, DKPP melindungi Termohon dengan cara tidak mengindahkan putusannya sendiri, dan Bawaslu tidak efektif dalam menyelesaikan pelanggaran yang dilaporkan.

Sidang MK seperti ini memberikan tekanan bagi rupiah karena terdapat ketidakpastian politik yang berujung pada keraguan investor dalam berinvestasi di Indonesia.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Ngegas Lagi, Ada 3 Saham yang Terbang 10% Lebih


(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *