Jakarta, CNBC Indonesia- Nilai tukar Rupiah melanjutkan tren pelemahannya. Pada perdagangan Selasa (02/04), mata uang Garuda terperosok ke level Rp 15.895 per Dolar AS setelah sehari sebelumnya menembus Rp 15.900-an per USD.

Direktur Utama Star Asset Management, Hanif Mantiq menilai pelemahan Rupiah hingga IHSG merupakan koreksi wajar setelah berakhirnya periode pembagian dividen hingga imbas The Fed. Sementara terkait perkembangan Gugatan Pemilu di MK terkait politik dalam negeri tidak terlalu mempengaruhi pasar dan daya tarik investor asing.

Hanif juga melihat optimisme investor terhadap pasar domestik seiring dengan mulai berbalik arahnya IHSG ke zona hijau. Lalu seperti apa analisis terkait gejolak pasar keuangan RI? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Direktur Utama Star Asset Management, Hanif Mantiq dan Equity Analyst CNBC Indonesia Research, Tasya Natalia Pangestika dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Selasa, 02/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *