Jakarta, CNBC Indonesia – Pandemi Covid-19 membuat banyak hal berubah, termasuk juga dunia usaha karena transformasi digital semakin cepat dan masif. Hal ini pun ‘memaksa’ banyak perusahaan, termasuk sektor perbankan harus mempercepat transformasi digital.

Salah satu bank yang dianggap sukses melakukan transformasi bisnis selama 4 tahun terakhir, dan berhasil melewati masa pandemi Covid-19 pada 2020 adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI.

Direktur Finance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Novita Widya Anggraini mengatakan, dalam 4 tahun terakhir BNI telah melakukan transformasi baik dari sisi fundamental, aset, dan bisnis. Salah satu hal yang dilakukan adalah penguatan permodalan.

Saat itu, kata Novita, permodalan BNI menyentuh angka 16% atau mendekati ambang batas dari ketentuan.

“Waktu itu tingkat profitabilitas BNI tertekan karena loan at risk (LAR) di masa pandemi meningkat tajam. Waktu itu di kisaran 28% dan ini menyebabkan kita membentuk provision┬ábesar sehingga ROE (return on equity) tinggal 2,3%,” ungkap dia dalam Power Lunch CNBC Indonesia, dikutip Rabu (3/4/2024).

Selanjutnya BNI melakukan perbaikan kualitas dari sisi aset, yakni dengan melakukan transformasi LAR. Dalam hal ini BNI melakukan perbaikan proses dan kebijakan sehingga memberikan hasil signifikan dari non performing loan (NPL)

“Jadi secara fundamental di masa pandemi loan at risk kita transformasi. Jadi upaya transformasi end-to-end memberikan hasil signifikan. NPL kita yang semula di atas 4%, turun 2,3% di tahun lalu jadi 2,1%,” tambah Novita.

Lalu dari sisi bisnis, lanjut Novita, BNI melakukan analisis portofolio di mana LAR yang berada di kisaran 28% diatur melalui de-risking portfolio. Dalam hal ini BNI mengubah fokus target market ke segmen konsumer dan korporasi.

“Kita ubah target market yang semula ke beberapa nasabah, kita sekarang fokus nasabah yang memang punya risiko rendah dan ini kita sampaikan bahwa target ke depan kita akan fokus korporasi dan bisnis turunannya,” jelas dia.

Menurut dia, segmen korporasi dan konsumer memberikan compound annual growth rate (CAGR) relatif lebih tinggi, yakni masing-masing 16% dan 11-12%. Bahkan ke depan BNI akan menargetkan nasabah UKM.

“Jadi ini combine secara fundamental dan bisnis yang diimbangi kehati-hatian. Ini menyebabkan transformasi dan berhasil melalui pandemi Covid dengan baik,” pungkas dia.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


BNI Berencana Rilis Global Bond Senilai US$ 500 Juta, Ini Detilnya


(rah/rah)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *