Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian BUMN membeberkan Langkah Strategisnya untuk Tahun 2024. Ke depan, entitas BUMN akan didorong untuk meningkatkan kinerja efisiensi dan kontribusi dividen.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, menyoroti perkembangan konsolidasi yang terus berlanjut, di mana saat ini jumlah BUMN telah berhasil dikurangi menjadi 41 entitas.

“Bayangkan, kita dari 144 BWMN awal Pak Erick sekarang udah menjadi tinggal 41 BUMN. Dan keuntungannya ya besar banget ya,” ungkap Sinulingga.

Ia menjelaskan bahwa fokus telah bergeser dari perubahan struktural menuju peningkatan kinerja dan kontribusi dividen BUMN yang telah diholdingkan. Sehingga, tujuan utama pihaknya saat ini adalah memperbanyak BUMN yang memberikan kontribusi signifikan terhadap dividen negara.

“Dividennya dibandingkan sebelum Pak Erick naiknya hampir dua kali lipat. Itu diluar dari keuntungan bersihnya. Justru yang kita lakukan sekarang ini adalah memperbanyak BUMN yang berkontribusi terhadap dividen,” tandasnya.

Dalam konteks ini, dia menyoroti beberapa BUMN yang telah menunjukkan peningkatan kinerja, seperti Pertamina, PLN, dan Pelindo.

“Pertamina sudah naik juga. PLN pun sudah naik juga. Ada Pelindo juga gitu ya. Jadi cukup bagus gitu,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian BUMN telah merealisasikan setoran dividen sebesar Rp82,1 triliun ke kas negara sepanjang 2023. Angka tersebut naik 102,1% dibandingkan dengan setoran dividen tahun 2022. Setoran dividen tersebut menjadi yang terbesar dalam kurun empat tahun terakhir.

Perinciannya, setoran dividen tahun 2019 tercatat sebesar Rp80,7 triliun. Setoran ini kemudian turun menjadi Rp66,1 triliun pada 2020 dan kembali melemah ke Rp30,5 triliun pada 2021. Namun, pada 2022, setoran dividen BUMN naik menjadi Rp40,6 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Rekor! BUMN Setor Dividen Rp81 T ke Negara, 2024 Naik Lagi


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *