Jakarta, CNBC Indonesia – Saham perbankan RI tercatat mengalami koreksi dalam pada perdagangan perdana sejak libur panjang lebaran.

Pelemahan signifikan sektor dengan bobot paling besar di bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka ambruk lebih dari 2% pada perdagangan sesi I Selasa (16/4/2024).

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG ambruk 2,15% ke posisi 7.130,27. Selang satu menit, IHSG makin ambruk 2,68% ke 7.095,688.

Berikut adalah pergerakan sejumlah bank dengan aset terbesar.

Bank Mandiri (BMRI) turun 6,23% ke Rp 6.400 per saham

Bank Central Asia (BBCA) turun 4,83% ke Rp 9.350 per saham

Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 4,25% ke Rp 5.075 per saham

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 3,98% ke Rp 5.425 per saham

Bank Pan Indonesia (PNBN) turun 2,61% ke Rp 1.120 per saham

Bank Danamon Indonesia (BDMN) turun 1,79% ke Rp 2.740 per saham

Bank Mayabank Indonesia (BNII) turun 1,53% ke Rp 258 per saham.

Saham perbankan RI kompak ambruk di tengah banyaknya sentiment negative dari global, mulai dari memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga inflasi Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas.

Selain itu, sebagian besar emiten bank RI telah melewati cum date dan membayarkan dividen kepada para pemegang saham.

Penurunan kinerja saham perbankan dan IHSG secara lebih luas terjadi beriringan dengan rupiah yang semakin tertekan dalam dan kini ambruk melewati level Rp 16.100/US$. 

Mengutip data Refinitiv pada Selasa (16/4/2024) rupiah dibuka melemah 1,33% menjadi Rp16.050/dolar AS.

Rupiah melemah di tengah indeks dolar AS melonjak tinggi pada empat perdagangan terakhir dan mencapai posisi 106,205 pada Senin (15/4/024). Posisi ini sekaligus tertinggi sejak November 2023.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Saham Bank Himbara Berpesta, Gegara Mau Bagikan Dividen?


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *