Jakarta, CNBC Indonesia – Morgan Stanley dan HSBC dikabarkan bakal memangkas lusinan pekerjaan perbankan investasi di kawasan Asia Pasifik minggu ini. Hal ini diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters, dikutip Kamis (18/4/2024).

Hal ini dilakukan seiring kedua raksasa perbankan itu meningkatkan pemotongan beban. Ini terjadi di kala sepinya perjanjian bisnis dan lesunya pasar di Tiongkok dan Hong Kong yang membebani prospek bisnis.

Menurut tiga sumber, Morgan Stanley akan memangkas setidaknya 50 pekerjaan perbankan investasi di wilayah Asia Pasifik mulai minggu ini. Lantas, ini akan mempengaruhi sekitar 13% dari 400 tenaga kerja perbankan cabang kedua bank investasi itu di Asia.

PHK pada unit perbankan investasi HSBC, yang menghasilkan sebagian besar keuntungannya di Asia, dimulai pada hari Selasa. Secara terpisah, ketiga sumber mengatakan pemangkasan ini akan menyebabkan hengkangnya sekitar 30 pembuat kesepakatan di wilayah tersebut pada minggu ini.

Semua sumber menolak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.

Morgan Stanley menolak mengomentari PHK tersebut.

Sementara itu, juru bicara HSBC mengatakan bahwa bank asal Inggris tersebut terus berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya, mengalokasikan sumber daya manusia dan sumber daya pada peluang-peluang yang ada. Namun bank tersebut menolak berkomentar mengenai PHK tersebut.

Bank-bank investasi global mungkin akan mengikuti langkah serupa dalam waktu dekat karena mereka berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengendalikan biaya di tengah turunnya pendapatan dari pasar modal dan bisnis konsultasi merger dan akuisisi.

Langkah ini menandai pembalikan nasib bank-bank Wall Street di Asia yang telah memperluas operasinya beberapa tahun lalu untuk mengambil porsi lebih besar dalam aktivitas pembuatan kesepakatan di wilayah tersebut, khususnya di Tiongkok.

PHK di Morgan Stanley dan HSBC termasuk yang terbesar bagi kedua bank yang berfokus pada Tiongkok. Kedua bank ini telah mengikuti langkah bank investasi lainnya.

Adapun negara-negara tujuan listing teratas bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang menghadapi kekeringan dalam kesepakatan bisnis, serta menyusutnya valuasi.

Bursa saham Hong Kong menunjukkan 12 penawaran umum perdana (IPO) menghasilkan HK$4,7 miliar (US$600,28 juta) pada kuartal pertama. Angka tersebut turun 30% secara tahunan (yoy) dan yang terburuk sejak 2009, menurut data dari Deloitte.

Dana yang diperoleh melalui IPO oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, termasuk di bursa dalam negeri dan luar negeri, anjlok 80% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode tahun lalu menjadi US$2,9 miliar, menurut data LSEG.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


PHK Citigroup Dimulai, Ini Bocoran Posisi yang Kena


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *