Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate akan berdampak kepada bunga kredit perbankan. Pasalnya BI rate akan mengerek biaya dana, sehingga bank perlu melakukan penyesuaian terhadap bunga pinjaman. 

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa menjadi bankir tidak mudah. Kebijakan Bank Sentral mengerek BI rate tidak bisa langsung dilimpahkan ke debitur.

“Menjadi bankers ini kan tidak gampang juga, tidak kayak matematika. Bunganya naik, kita ikutin naik tidak? Belum tentu,” kata Nixon, Kamis (25/4/2024).

Sebagai informasi, BTN merupakan bank yang memiliki fokus bisnis pada kredit pemilikan rumah (KPR). Sekitar 80% portofolio kredit BTN diserap oleh segmen perumahan, baik itu KPR hingga kredit terkait perumahan. 

Nixon mengatakan bahwa menaikkan suku bunga kredit perlu melalui perhitungan yang matang. Pasalnya begitu kredit naik, ada risiko kualitas kredit masuk ke dalam kolektibilitas 2 (kol 2) atau dalam perhatian khusus.

Profil kredit saat ini terbagi dalam kol 1 hingga 5. Kol 1 adalah kredit lancar, kol 2 dalam perhatian khusus, kol 3 kurang lancar, kol 4 diragukan, dan kol 5 macet. Kol 3-5 sudah termasuk dalam kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL), sedangkan kol 2 masuk dalam kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR). 

“Waktu kita hitung angsuran nasabah, kan kita sudah hitung akurat. Naik beban bunganya sedikit saja, jadi jadi kol 2, Kurang bayar,” katanya.

Oleh karena itu, BTN merespons era suku bunga tinggi seperti saat ini dengan melakukan pembenahan biaya dana atau cost of fund (COF). 

Mengutip laporan presentasi perusahaan, COF BTN per Maret 2024 sebesar 4,2%. Pada periode yang sama tahun lalu, BTN melaporkan COF 3,6%. 

Adapun satu cara untuk menekan COF adalah dengan meningkatkan rasio dana murah atau current account savings account (CASA). Per Maret 2024, rasio CASA BTN sebesar 49,9%, sedangkan per Maret 2023 52,2%.

Tercatat CASA BTN per Maret 2024 tumbuh 7,1% yoy menjadi Rp 178,61 triliun. Pada periode yang sama dana mahal atau deposito tumbuh 17,2% yoy menjadi Rp 179,13 triliun. 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Catat! Jadwal Terbaru Rapat Dewan Gubernur BI 2024


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *