Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi percaya diri pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga, meskipun Bank Indonesia menaikkan BI Rate pada bulan ini menjadi 6,25%. Sebagaimana diketahui target pertumbuhan ekonomi tahun ini telah pemerintah tetapkan sebesar 5,2%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target pertumbuhan itu akan bisa tetap dicapai karena potensi arus investasi yang masuk ke Indonesia masih sangat besar dengan target tahun ini Rp 1.400 triliun. Terutama seusai kepastian pemimpin RI di masa depan, lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2024.

Di sisi lain, ia melanjutkan, pemerintah juga masih bisa mencari ruang fiskal untuk memberikan insentif atau dukungan terhadap perekonomian masyarakat. Dengan begitu, ia meyakini, pertumbuhan ekonomi 2024 akan tetap terjaga sehat di tengah ketatnya tren suku bunga acuan.

“Tentu nanti kita lihat fiskal space kita apa yang bisa kita berikan insentif ke depan, tapi kita sih mendorong dengan kemarin MK sudah memutuskan, sudah ada kepastian, kita berharap investasi terus bisa kita dorong,” ucap Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Airlangga juga menyinggu surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah terjaga selama 47 bulan berturut-turut. Neraca ekspor-impor Indonesia per Maret 2024 pun telah kembali meningkat menjadi sebesar US$ 4,47 miliar dari penurunan beruntun bulan-bulan sebelumnya hingga Februari hanya sebesar US$ 830 juta.

Neraca perdagangan yang terus terjaga surplusnya itu berhasil diperoleh di tengah tingginya tensi konflik geopolitik di berbagai belahan dunia. Salah satunya di kawasan Timur Tengah setelah Iran dan Israel menggelar aksi saling serang dengan rudal dan drone bulan ini.

“Tapi kan kita sudah lihatkan eskalasi melandai, walaupun belum sepenuhnya hilang tapi eskalasi relatif melandai. Oleh karena itu, ke depan fundamental kita tetap lebih kuat, jadi dengan fundamental kuat kita confident saja,” tutur Airlangga.

Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 6,25%. Keputusan ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 23-24 April 2024.

Selain BI-Rate yang naik sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6,25%, suku bunga Deposit Facility juga ditetapkan naik sebesar 25 bps menjadi 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7,00%.

Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak BI menahan suku bunga acuannya di level 6% pada Oktober 2023 lalu.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25%,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyi saat konferensi pers secara daring, Rabu (24/4/2024).

Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability.

“Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Breaking! Dolar Tembus Rp15.475 Setelah Pidato Jokowi


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *