Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) buka suara soal fluktuasi harga dan aktivitas transaksi efek perseroan pada tanggal 23 April 2024 lalu. Saat itu ada aktivitas transaksi saham BUMN sebanyak 4,09 juta lembar dengan frekuensi 35.965 kali dibandingkan hari bursa sebelumnya sebanyak 201.186.600 saham dengan frekuensi 1.988 kali.

Sementara harga saham BUMI ditutup meningkat sebesar Rp18 atau 21,18% dari harga penutupan hari bursa sebelumnya pada Rp85 menjadi Rp103.

Manajemen mengatakan, perseroan telah mengumumkan rencana untuk melakukan kuasi reorganisasi untuk mengkompensasi saldo laba dengan agio saham yang tercatat dalam buku, sehingga perseroan dapat melakukan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.

“Namun hal tersebut masih bergantung kepada diperolehnya persetujuan dari regulator dan pemegang saham perseroan,” tulis manajemen, Senin (19/4).

Informasi Kepada Pemegang Saham perihal rencana kuasi reorganisasi dimaksud, sesuai dengan timeline rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang rencananya akan diselenggarakan pada 30 Mei 2024 mendatang.

Selain rencana kuasi reorganisasi sebagaimana telah dijelaskan pada angka 1 di atas, saat ini tidak ada informasi/fakta/kejadian
penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Selain itu, manajemen juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan kepemilikan saham di Perseroan oleh pemegang saham utama sejak November 2022 dan tidak ada indikasi rencana/niat yang
disampaikan kepada perseroan untuk melakukan hal tersebut di masa mendatang.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Garap Hilirisasi, Bumi Resources (BUMI) Gandeng Pemodal China


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *