Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk melakukan divestasi kepemilikannya terhadap bisnis pengiriman dan pemenuhan (fulfillment) pendukung Tokopedia yang berada di bawah GoTo Logistics (GTL).

Langkah strategis ini menyusul penyelesaian kesepakatan antara GOTO dengan TikTok, yang di antaranya menggabungkan Tokopedia dan bisnis e-commerce TikTok di bawah entitas PT Tokopedia. Penyelesaian itu selesai diteken pada 31 Januari 2024, dan tertanggal 1 Februari 2024, Tokopedia telah didekonsolidasi dari Grup GoTo.

“Grup GoTo juga telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk melakukan divestasi atas bisnis fulfillment pendukung Tokopedia yang berada di bawah GoTo Logistics. Saat penyelesaian transaksi itu, GoTo Logistics juga akan didekonsolidasi dari Grup GoTo,” tulis manajemen GOTO, dalam siaran pers, Senin (29/4/2024).

Meski demikian, manajemen GOTO menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan berdampak kepada GoSend, layanan pengiriman konsumen-ke-konsumen yang pada saat ini tersedia melalui aplikasi Gojek yang merupakan bagian dari segmen bisnis On-Demand Services (ODS) Grup GoTo.

Sebagai catatan, situs resmi GTL menunjukkan GoTo Logistics adalah brand gabungan dari tiga perusahaan yakni PT Paket Anak Bangsa, PT Swift Logistics Solutions, dan PT Swift Shipment Solutions.

Layanannya mencakup 10 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Cawang, Cilincing, Logos, Pancoran, Pluit dan Rungkut di wilayah Jabodetabek. Lainnya yakni Makassar, Osowilangun (Surabaya), Bandung dan Medan.

Sementara itu, Gosend yang menjadi bagian dari layanan ODS, diluncurkan bersamaan dengan peluncuran tiga layanan ODS pada 2015 yakni Instant Courier, Transport, dan Shopping, lima tahun setelah Gojek beroperasi secara komersial pada 2010.

Imbalan Jasa Perdana dari Tokopedia

Lebih lanjut, manajemen GOTO juga melaporkan perseroan untuk pertama kalinya mendapatkan kontribusi dari pos imbalan jasa bisnis e-commerce Tokopedia sebesar Rp109,63 miliar di 2 bulan pertama tahun ini, Februari-Maret 2024.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2024, besaran pendapatan dari pos imbalan jasa e-commerce itu baru mencapai 2,68% dari total pendapatan bersih GOTO per Maret 2024 sebesar Rp4,08 triliun. Total pendapatan bersih ini naik 22% dari Maret 2023 sebesar Rp3,33 triliun.

Pendapatan dari pos itu diperoleh setelah GOTO dan TikTok menyelesaikan kesepakatan kemitraan pada 31 Januari 2024. Dengan kesepakatan itu, Tokopedia, kini dimiliki oleh TikTok sebagai pemegang saham pengendali dan sisa saham dipegang GoTo.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, TikTok menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar atau sekitar Rp23 triliun ke Tokopedia yang telah dikombinasikan dengan bisnis e-commerce TikTok, tanpa menyebabkan dilusi lebih lanjut pada kepemilikan GoTo di Tokopedia.

Selain pendapatan dari imbalan jasa e-commerce, per kuartal I-2024 itu, GOTO mendapatkan pendapatan terbesar dari pos imbalan jasa yang mencapai Rp 1,58 triliun atau 39% porsinya terhadap total pendapatan. Berikutnya pendapatan dari jasa pengiriman sebesar Rp 1,38 triliun, jasa pinjaman Rp 285 miliar, imbalan iklan Rp 264 miliar, dan pendapatan lain lain senilai Rp 458 miliar.

Manajemen GOTO dalam siaran pers menyatakan kesepakatannya dengan TikTok akan membuat bisnis e-commerce GoTo menghasilkan kas positif bagi GoTo, sekaligus memberikan arus pendapatan yang berkelanjutan dari Tokopedia.

Sebelumnya dalam Paparan Publik Insidentil, Rabu (28/2/2024), Direktur Utama GOTO Patrick Walujo menegaskan bahwa kemitraan dengan TikTok berpotensi menjadikan gabungan Tokopedia-TikTok Shop menjadi yang terdepan atau nomor 1 di Indonesia. “Tokopedia dan TikTok memiliki pasar yang saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” kata Patrick.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


GOTO Pede Mau Buyback Saham, Ternyata Ini Alasannya!


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *