Jakarta, CNBC Indonesia РPT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan kinerja positif di sepanjang kuartal I-2024 dengan membukukan laba sebesar Rp 9,16 miliar atau tumbuh 109,56% (yoy) di sepanjang kuartal I-2024. Untuk mempertahankan kinerja tersebut, Bank Raya pun telah mempersiapkan strategi bisnis baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengungkapkan Bank Raya akan mempertajam strategi pengembangan bisnis digital melalui kekuatan jaringan online dan offline yang dimiliki Bank Raya.

“Kalau kita lihat bahwa Bank Raya adalah bagian dari ekosistem BRI, tentu bahwa jaringan yang tersebar di Indonesia ini kekuatan Bank Raya untuk menjangkau para nasabah untuk pertumbuhan bisnis,” ungkap dia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2024 PT Bank Raya Indonesia, Selasa (30/4/2024).

Selanjutnya Bank Raya juga akan mengembangkan inovasi produk melalui partnership dan akuisisi end user melalui ekosistem BRI. Ketiga adalah optimalisasi dari produk dan ekosistem yang ada melalui ekspansi pada bisnis keagenan BRI Grup

“Di mana yang sudah jalan saat ini dan menjadi andalan adalah melakukan bisnis keagenan dengan Agen BRIlink di BRI yang potensinya besar, ada 699 ribu agen. Ini merupakan pasar Bank Raya untuk mengembangkan bisnis digital,” tambah Ida Bagus.

Menurut dia, saat ini Bank Raya juga mengembangkan bisnis keagenan di ekosistem BRI Grup melalui kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero). Upaya ini dilakukan untuk melengkapi layanan yang disediakan baik oleh induk perusahaan maupun anak perusahaan sehingga potensi UMKM tetap dikelola.

“Di sisi komitmen perbaikan bisnisenabler, secara berkesinambungan baik di teknologi, sumber daya manusia, manajemen risiko untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang solid dan kepuasan pelanggan. Harapan kita dampaknya terhadap pertumbuhan kinerja lebih baik lagi,” pungkas dia.

Diketahui pencapaian laba Bank Raya ditopang dari pendapatan bunga serta pendapatan operasional lainnya sebelum Pencadangan/Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) menjadi Rp 168,45 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 466,70% (yoy).

Dengan begitu rasio NIM Bank Raya tercatat naik menjadi sebesar 4,29% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 3,61%.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bank Raya Bawa Solusi Ini Bagi Para Pelaku Usaha Lokal


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *